Sebelum mulai menekuni bisnis yang satu ini, kita tentunya harus menentukan dulu pilihan bimbingan belajar seperti apa yang akan kita dirikan. Apakah kita akan membeli franchise bimbel yang sudah terkemuka atau malah justru akan memulai dan membuat bimbingan belajar sendiri?

Franchise bimbingan belajar tentunya memiliki untung besar yang siap diraup, namun perlu diketahui bahwa kita sebagai Pendiri atau investor juga harus merogoh kocek yang lumayan dalam. Ya, membeli bisnis franchise bimbel ini kita diharuskan menyiapkan dana sekitar 100 hingga 500 juta. Tuh, lumayan besar ‘kan uang yang harus dianggarkan? Ranking punya tips ‘nih siasat membuka bisnis bimbel untuk para pebisnis pemula dengan modal yang bersahabat tanpa mengurangi kualitas usaha bimbelnya.

Bekerjasama dengan Teman

Untuk memperkuat bisnis yang ditekuni ini, kita bisa mengajak satu atau dua teman untuk diajak bekerja sama, baik untuk menjadi tim pengajar, marketing, atau bahkan saling bantu untuk masalah modal buka usaha. Dengan begini, beban kerja dan tentunya pengeluaran bisa lebih ringan karena bisa berbagi. Misalnya saja satu orang bisa menyebarkan lowongan dan bertugas menjaring serta menyeleksi tenaga pengajar. Satu orang lainnya bertugas untuk mempromosikan bimbingan belajar yang sedang di rintis, bahkan bisa membantu mengajar murid yang ada.

Namun, yang harus digunakan sebagai catatan, kita tidak bisa sembarang menjaring tenaga pengajar. Tentu saja kita harus mengutamakan, kredibilitas, dedikasi, serta kedisiplinan dari pengajar. Jangan sampai ada orangtua dari siswa yang mengeluhkan kredibilitas dari tenaga pengajar yang kita siapkan. Proses perekrutan guru maupun staff bisa dilakukan dengan memasang iklan lowongan kerja di sosial media atau dengan memasang spanduk atau banner lowongan kerja.

Menggunakan Sosial Media

Media social merupakan cara jitu lainnya untuk berpromosi. Kamu bisa membuat media social mulai dari facebooktwitter, website, hingga path. Selain supaya masyarakat mulai mengenal bimbel yang ditawarkan, kita juga bisa membuat mereka terpikat. Caranya cukup mudah, kita tinggal sering-sering memposting foto atau video mengenai kegiatan yang dilakukan, atau mentweet mengenai tips atau cara praktis menyelesaikan soal. Usahakan terus aktif untuk memposting dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Posisikan diri kita adalah tutor dan pembaca adalah muridnya. Dijamin, mereka akan dibuat penasaran dan ingin mencoba untuk mengikuti kelas bimbel kita.

Memanfaatkan Ruangan dan Peralatan yang Ada

Karena masih awal dalam merintis usaha bimbel, tentunya kita juga harus meminimalkan pengeluaran di awal memulai bisnis, misalnya pengeluaran untuk ruangan atau alat-alat yang digunakan untuk bimbel. Terutama jika gedung atau tempat yang digunakan adalah rumah atau ruko milik pribadi tentu akan sangat membantu meminimalkan pengeluaran. Dengan menggunakan tempat dan fasilitas yang ada, kita hanya perlu menambahkan peralatan lainnya yang kira-kira memang dibutuhkan, Seperti papan tulis, spidol, bangku dan meja belajar. Untuk ruangan kantor, kita bisa menggunakannya atau tidak. Karna ruang kantor ini tidak terlalu dibutuhkan, jadi bisa menggunakan ruangan yang ada. Dengan begini, lumayan mengontrol pengeluaran kita sebagai pebisnis pemula ‘kan?

Tapi, ‘gak semua bisnis bimbel memerlukan Kroscek menguras kantong ‘lho. Bimbel RANKING salah satu alternatif franchise untuk membuka usaha bimbingan belajar dengan modal cukup 50jt-an saja. Dengan harga tersebut, Anda sudah mendapatkan Perlengkapan Administrasi, Perlengkapan Promosi, Materi Bimbingan Belajar (Materi Bahasa Inggris, Bimbingan Belajar (SD-SMA), dan Materi Calistung). Mari berbisnis dan mewujudkan siswa/i Indonesia berprestasi bersama Waralaba Bimbel RANKING.

Untuk informasi dan proposal franchise hubungi 081388684052, 081932603232, 085718666639/ 082111700840. Email: info@ranking.co.id